#30 Kau Tulis Aku Dirindukan

Ada banyak malam, aku bergumam sendiri, ditemani ‘tabungan amal jariyah’ kita.

Ada banyak malam, aku bercerita banyak. Tanpa pendengar, kecuali Tuhan

Sendiri. Gelap. Sunyi

Suara tawa canda anak-anak kita diluar bagai suara latar. Tapi suara hatiku terus berkata-kata, meski tentu tak akan pernah terdengar olehmu.

Malam itu entah kapan, aku pun lupa.

Malam itu kau yakinkan aku untuk maju.

Malam itu kau bilang, Iya kita menikah saja.

Malam itu kau jawab iya atas ajakanku mengisi separuh agama kita.

Malam itu membahagiakan, meskipun tetap kita tidak tau apa yang akan terjadi ke depan.
Malam yang lain kau datang, menyampaikan ingin kembali mengisi separuh agamamu dengannya yang lain.

Malam yang lain, entah aku memang lupa atau karena aku ingin melupakannya.

Malam yang lain, aku kembali berdialog dengan Tuhan.

Malam yang lain ketika kau tidak mengisi kekosongan malam-malamku, kugantikan dengan mengisi kenanganmu memenuhi hatiku.

Malam yang lain ketika kau kembali tidak mau hadir untukku, kuhadirkan cinta 6 tahun lalu untukmu.

Bukan aku yang tidak membuka diri. Tapi kamu yang belum membiarkan aku masuk memahami dirimu.

Bukan aku yang stagnan dengan cinta, tapi kamu yang tidak lagi dinamis berusaha memahami ku dan memilih mencari di luar sana. Padahal sejatinya dua orang yang saling jatuh cinta akan terus menghidupkan hatinya dengan mensyukuri kelebihan, terutama kekurangan pasangannya.

Malam itu, aku ragu melangkah maju. Tapi engkau menguatkan untuk maju.

Malam yang lain, ketika kamu ingin maju mengejar kebahagiaanmu, aku meskipun ragu, tapi menguatkan diriku untuk mendukungmu maju.
Malam ini, jika aku memang tidak ada dalam rencana bahagiamu hingga tua renta, maka biarlah kita mengejar bahagia kita masing-masing.

Cinta yang dulu menyatukan kita, cinta yang sekarang bisa memisahkan kita.

Kau simpan aku sebagai ibu dari anak-anakku, kusimpan kau sebagai ayah dari anak-anakku.

Kusimpan kau sebagai suami tersayangku, kau simpan aku sebagai istri tersayangmu.

Kutetap menyimpanmu sebagai suami tersayangku, dan kuubah diriku menjadi istri yang tak diinginkan bagimu. Kau kembalikan aku menjadi istri yang dirindukan bagimu.

Jika aku benar-benar kau rindukan, dinamislah pada hatimu. Kita yang dahulu tentu akan bergerak maju.

Orang yang merindu, akan mencari tau isi hati orang yang dirindukan. Orang yang merindu akan betah berlama-lama dengan orang yang dirindukan.

Rindu itulah kata kerja, yang membuatmu dinamis mencari tau, yang membuatmu bergerak melakukan berbagai upaya untuk selalu membersamaiku, yang membuatmu rela kehilangan waktu pentingmu demi merekam kenangan bersamaku.
Rindu yang kau tulis, yakinkan aku jika benar kau merindukanku. Tidak ada satu waktu kita terpisah jarak untuk benar-benar saling merindu. Tidak ada satu waktu panjang dimana kita benar-benar mampu meraba hati mencari tau.

6 tahun lalu, ketika kau meyakinkanku untuk maju bersama, kini, yakinkan aku lagi bahwa aku memang selalu kau rindukan untuk membersamaiku selalu hingga ke surga.

Happy anniversary, yang.. 6 tahun ini semoga terus dapat saling menguatkan jalan panjang kita..

Masa-masa penuh cinta dulu, semoga lebih menggebu, kini dan seterusnya.

Iklan

kasih umpan balikmu dimari yah, sob!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s