#29 Id Fithri 1434H dan Hamil Putra Keduaku

Posted: 9 Agustus 2013 in Financial Quotient, Just Story

Taqobbalallohu minna wa minkum, taqobbal yaa Kariim..
semoga Allah menerima (puasa)ku dan (puasa)mu..🙂

‘Id fithri tahun ini pertama kalinya bisa keluar NTT, sejak 2 tahun lalu saya cuma bisa ‘id fithri di NTT. ‘id fithri pertama di NTT, saya dan suami masih di Ende. Saya dalam posisi hamil muda mas Ubaid yang memang mual muntah sampai menjelang usia kehamilan masuk bulan ke-3. 1432H itu pun menyisakan hutang puasa 11 hari. Tahun berikutnya, rencana mudik ke Balikpapan. Usia mas Ubaid baru 4 bulan, berhubung keluarga besar di Balikpapan belum pernah ketemu mas Ubaid sejak lahir, akhirnya kami putuskan mudik untuk mengobati kerinduan kakek nenek om tantenya disana. Qoddarullah, sepanjang perjalanan pesawat Ende-Kupang, suami muntah *maaf* mencret terus, akhirnya diputuskan untuk periksa ke petugas kesehatan bandara. Akhirnya pun harus dirujuk ke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut. Qoddarullah memang harus berhenti di tengah perjalanan. Suami harus operasi usus buntu saat itu juga. Tiket pesawat lanjutan Kupang-Balikpapan pun dibatalkan, alhamdulillah dengan surat keterangan sakit dari bandara tiket bertiga bisa di-refund full 100%.🙂
Tahun ini, alhamdulillah rencana mudik ke Semarang lancar jaya. Sampai di Semarang, mas Ubaid jadi pusat perhatian. Mas Ubaid yang baru 16bulan memang lagi lucu-lucunya, tingkahnya yang menggemaskan dan tidak rewel membuat seluruh keluarga senang. “aleman, nda nakal kaya shasha(adek sepupunya,pen)”. Sekalian mudik memang kami rencana mau periksa kehamilan putera kedua kami. Secara biologis masuk 19w, tapi menurut bidan di puskesmas Mbay(kab.Nagekeo,NTT), ukurannya terlalu besar dalam rabaan tangan, juga sudah terdengar denyut, seharusnya 4bulan tapi seperti usia 5bulan, karena itu kami diminta periksakan ke spesialis kandungan agar lebih tercover kondisi realnya. alhamdulillah, setelah nyari informasi sampailah di RSIA Hermina Pandanaran, Semarang. ada dr.Widi (dokternya cantik banget juga lembut, pen.). Beliau bilang kondisi bayi dan ukuran pas sesuai usia kehamilan, jadi bayi pertama besar belum tentu yang kedua besar juga, jadi saya tidak perlu diet sama sekali. Berita baiknya, “kayaknya cowok lagi, bu”, kata dr.Widi sembari tersenyum menunjuk letak kelamin di layar USG. alhamdulillah… sekarang hati sudah tenang, mari lanjut silaturahmi ke keluarga besar. dari Nagekeo, Ende, Kupang, Surabaya, Semarang, sampai Purwodadi… indahnya mudik tahun ini, qoddarullah wa masyaa fa’al, rencana Allah selalu indah🙂
Maaf lahir bathin ya teman-teman

behind the scene nya: mbawa anak mudik dari NTT ke jawa atau kalimantan itu super duper cuapeknya, mesti nunggu diatas 2tahun kayaknya, melihat daya tahan tubuhnya ketemu perubahan cuaca, juga lelah di jalan. Mas Ubaid udah 3 hari ini diare, 2 hari lalu muntah juga cuma setelah distop minum susu dia udah ga muntah lagi (sepertinya intoleransi susu untuk sementara waktu). Repotnya karna minta gendong terus, dan bangun bisa setiap satu jam skali di tengah malam, mesti ekstra sabar nunggunya.. qoddarullah, pengalaman mudik jauh, smoga setelah besar tubuhnya sehat dan kuat untuk pergi-pergi jauh, insya Allah..#husnudzon🙂

kasih umpan balikmu dimari yah, sob!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s