#26 Makanan Favorit Kakak Ubaid

Posted: 11 Desember 2012 in Just Story
Tag:,

Tiba-tiba saya ingin menuliskan makanan favorit si kakak. Ceritanya, saya baru browsing lagi, dan mendapati ternyata tepung merk X itu kurang baik untuk bayi. Rasanya berbeda dengan makanan aslinya, meskipun tertulis di box nya itu tepung organik yang 100% berasal dari bahan makanannya murni. Maksdunya, kalau tertulis kacang ijo, maka itu 100% kacang ijo, tanpa pengawet, tanpa gula, tanpa garam, tanpa pewarna dan perasa tambahan apapun.Kelebihannya sampai  bisa dikata organik, adalah karena dia harus dimasak diatas kompor, atau tidak bisa hanya dengan diseduh air panas seperti bubur bayi yang umum dijual di supermarket dan pasar-pasar tradisional.

Harganya sih lumayan terjangkau, 20ribu sekotak. Hanya saja, karena di Ende belum ada, akhirnya saya pesan ke Mataram. Aaaah, ternyata lebih lanjutnya, saya mendapat temuan literatur baru, bahwa makanan dengan partikel yang terlampau kecil akan menstimulus bayi untuk mengidap diabetes dini serta keterlambatan tumbuh gigi karena tidak ada tantangan dalam mengunyah.

Meskipun butuh penelitian lanjut untuk bisa sampai pada kesimpulan tersebut, ditambah saya pun tau, dalam ilmu kesehatan, tidak bisa sekedar mendengar kata si A, kata si B, dst, tetapi harus melalui penelitian dengan sampel yang cukup banyak untuk bisa melihat pengaruh pemberian makanan terhadap kondisi bayi.

Akhirnya terhitung tanggal 25 Nopember 2012 lalu, saya resmi memulai makanan asli untuk si Ubaid. Berbagai menu pun disusun, sampai 2 minggu berjalan, saya memperhatikan kalau sayur yang disuka si kakak cuma sayur bayam
(-____-)a
aih aih… kenapa mirip saya sekali😀

cara memasak bayam itu tentu saja berbeda dengan memasak bayam untuk saya dan suami+pengasuh makan. (pengasuh Ubaid ikut sarapan dan makan siang di rumah). Bayam itu saya rebus sampai benar-benar halus, lalu saya pisahkan untuk kami ber3 dan untuk Ubaid. Untuk kami bertiga tentu dimasak sebagaimana membuat sayur bening pada umumnya, sedangkan untuk Ubaid saya biarkan begitu saya.  lalu saya rebus ulang dengan nasi putih yang diambil dari rice cooker, sekitar 1 sendok teh. ditambah air 200 mL, semuanya direbus sambil terus diaduk. Ketika air mulai mengurang, saya tambahkan lagi sekitar 200 mL setelah nasi menjadi bubur, saya saring dengan saringan makanan🙂

Kemudian, saya selalu sedia telur ayam di kulkas. Awal pemberian telur untuk Ubaid, saya pakai telur ayam kampung. Untuk tes alergi sebenarnya, ternyata tidak ada alergi, sehingga saya pakai telur ayam biasa untuk masakan berikutnya. Itupun hanya kuning telur saja, karena Ubaid melepeh-lepehkan si putih telur setiap saya berikan. Di samping itu, telur ayam kampung di Ende harganya wow (0_O)a Rp. 5000,00 per butir itupun ukurannya kecil sekali. sepanjang jempol saya yang pendek ini (-____-‘) Maka tentu saja, saya eman-eman kalau setiap hari harus beli telur ayam kampung😀

Oia, untuk telur, sekalian dengan mensteril peralatan makan si Ubaid, saya masak telur sekalian. jadi ada sterilizer+warmer merk Little Giant yang ada di rumah. itu seperti mengukus, hanya saja airnya di bawah jadi peralatan makan dan telurnya hanya diuap saja🙂

nah, begini nih tampilan si Sterilizer+Warmer merk Little Giant yang ada di rumah🙂
little giant sterilizer and warmer
trus, setelah mateng si telur, saya campur semua kuning telurnya dengan hasil saringan bubur nasi putih dan sayur bayam tadi, hasilnya begini nih😄
makan siang ubaid
Lihat nih! si Unyil makan dengan lahap😀  tapi maap yah, kamera tabletnya jelek, habis keupgrade jadi OS ice cream sandwich soalnya😦
ubaid makan
Ntar kalo ada yang request cara mbikinnya tak potoin satu-satu deh, tapi kayaknya itu ga susah banget deh, soalnya ini tidak perlu keahlian masak apa-apa, cuman butuh kepercayaan kalau tanpa gula garam pun, si bayi tetep mau makan kok🙂
selain meringankan kerja ginjal si bayi, insya Allah bayi tidak pakai acara GTM.. selamat siang dan selamat beraktifitas sobat🙂

kasih umpan balikmu dimari yah, sob!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s