#22 Sepenggal cerita HUT KORPRI dan PGRI di lapangan Pancasila, Ende

Posted: 3 Desember 2012 in T.G.A.L
Tag:,

 

Hari yang menyengat, sampai jam hampir menunjukkan pukul 08.00, bapak Bupati belum hadir juga di lapangan ini. “Aiiiiih”, batinku. Panas matahari sudah mengompori punggung para prajurit Negara berseragam KORPRI dan PGRI. Sejenak matahari bersembunyi di balik awan, kami pun spontan berbisik lega. Semakin lega ketika sirine motor polisi yang mengawal mobil pak bupati datang. J

Apel peringatan HUT KORPSI dan PGRI pagi ini penuh hal-hal mengharukan. Entah karena ini apel perdana saya dengan seragam KORPRI di lapangan ini, ataukah karena memang konten apel ini yang super spesial.

Baru kali ini saya bisa berbaris bangga dengan seragam KORPRI di barisan instansi vertikal. Yup! Setiap pleton dibagi berdasarkan kelompok kesamaannya. Ada pleton kepala SKPD (disini kepala kantor saya ikut berdiri), pleton TNI, pleton POLRI, pleton Satpol PP, pleton PT.ASKES, pleton instansi vertikal, pleton pemda, pleton siswa SMA.

Yang membuat terharu dari apel ini ada beberapa hal. Kuurutkan berdasarkan urutan kejadian saja ya..

Pertama, ketika disampaikan tentang perbaikan UU tentang PGRI, disebutkan adanya harapan guru honor diangkat menjadi guru PNS, disampaikan adanya peningkatan gaji guru untuk tingkat kesejahteraan guru, serta harapan akan meningkatknya kualitas mengajar guru.

Kenapa membuat terharu? Karena mengajar itu bukan hal yang mudah. Saya yang bukan guru saja merasa bahwa mengajar itu berat. Yaah, dengan pengalaman mengajar saya selama kuliah (demi mendapat biaya tambahan hidup di ibukota, saya pun mengikuti alur teman-teman lainnya yang mengajar privat anak SD, SMP maupun SMA), ditambah saya mengajar Qur’an untuk anak-anak dan mahasiswi, bahkan ibu-ibu yang sudah kepala 40an. Mengajarkan pengasuh Ubaid tentang ASI saja butuh waktu dan kesabaran yang tidak sedikit J berat, tapi bahagia rasanya jika mereka berhasil.

Saya bayangkan bagaimana rasanya para guru yang dengan ikhlas mengajar, namun sering kali menghadapi murid-murid yang tidak sopan L bahkan bisa jadi memberontak! Bagaimana lelahnya ketika berkorban banyak untuk para pemuda harapan masa depan, tetapi mereka yang puya masa depan masih seenaknya sendiri dengan hidup mereka, bahkan ada yang tidak peduli dengan masa depan mereka sendiri! Ironis ya, negeri ini punya banyak guru-guru hebat, tapi tidak sedikit murid yang iseng terhadap kebaikan guru-guru mereka. Negeri ini juga punya guru-guru “parah”, dan tidak sedikit pula murid-murid hebat yang trauma dengan guru-guru tipe “parah” ini.

Kedua, saya terharu ketika mendengar lagu hymne guru. Aaaah, lama sekali lagu itu tidak saya dengar. Syairnya membuat air mata membendung. Sekitar mata saya mulai basah dengan air mata, tapi tidak sampai tumpah ke pipi J kalau mau merasakan khidmatnya menyimak hymne guru, coba bayangkan wajah-wajah guru yang paling baik dan paling kasar semasa kamu kecil dulu. Mereka bukan berarti kasar dalam kesehariannya, bisa jadi cara kasar itu dianggap lebih mendidik bagi mereka. Coba kalau mereka tidak kasar, mungkinkah nama dan wajah mereka masih terekam di ingatan kita sampai sekarang?

Ketiga, saya terharu dengan pengumuman di akhir apel. Saat itu ada pengumuman penyapu jalan teladan yang diinformasikan dari Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota. Ternyata ada award penyapu jalanan teladan setiap bulannya. Pak Bupati juga tidak sungkan memeluk dan mencium pipi para penyapu jalan ini. Wow!

Look! That’s a good idea. Jadi, ternyata manusia itu selalu punya sisi-sisi manusiawi. Ketika perasaanmu tersentuh akan segala sesuatu yang berharga menurutmu, tuliskanlah. Semoga ada yang membaca dan hatinya ikut tersentuh. J

Saya sayang pada semua guru saya, saya cinta menjadi bagian KORPS Pegawai Negeri Indonesia, saya bangga dengan bapak Bupati Ende, saya juga ingin jadi istri, ibu, guru, pegawai yang baik dan teladan. Setidaknya saya bisa bertanggung jawab terhadap hal-hal yang menjadi tanggung jawab saya J

Happy Monday ya teman-teman…

kasih umpan balikmu dimari yah, sob!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s