#32 Passion: Zumba Dance !

Tidak mudah memang ketika bisa menemukan olahraga apa yang bisa membuat kita bergairah ketika melakukannya.

Dan tentu saja, gairah olahraga tidak selamanya sama. Ketika masih gadis, kebiasaan jogging dan basket, serta sepak bola terasa menyenangkan.

Tapi seiring dengan pertambahan umur, kebutuhan ingin kembali tampil cantik dan sexy, menjadikanku ingin mengurangi kalori berlebih juga mengecilkan perut buncit yang telah semakin besar dengan pertambahan kelahiran anak hingga si kecil Irbaadh yang baru lahir Mei lalu.

Setelah berkelana mencoba beberapa olahraga, ternyata kenyamanan tertinggi saat ini adalah senam dan zumba dance!

Salah satu gerakan zumba untuk mengecilkan perut buncit 😎

Layaknya orang jatuh cinta, ketertarikan tentu memberikan rasa penasaran yang besar, ketika tidak bertemu memberikan rasa rindu, demikian yang saya dapati ketika tidak berolahraga yang satu ini.. rindu mencari video baru untuk ber-zumba ria, rindu untuk meluangkan waktu ber-zumba beberapa menit setiap hari. 

Ah, benar-benar virus jatuh cinta!

Saya rindu ketika ada orang yang spontan mengakui tubuh saya masih sama dengan sebelum melahirkan tiga putra. Ah, bahagianya seperti dapat undian. Tiba-tiba dipuji tapi senangnya sampai ke ubun-ubun 🙂

Ternyata bisa tetap tampil seperti usia belasan meski sudah hampir mencapai akhir usia kepala 2 itu memberikan efek kebahagiaan berbeda buat wanita seperti saya.

Ini hasil Googling saya ya tentang zumba. Semoga sedikit memberikan gambaran 😉

Asal Muasal Zumba

Zumba diciptakan oleh instruktur aerobic dari Columbia bernama Alberto ”Berto” Perez pada tahun 1990. Awalnya Berto lupa membawa kaset ketika hendak mengajar senam, kemudian ia mengakalinya dengan menggunakan musik upbeatyang disimpan dalam mobil. Tarian fitness tersebut akhirnya dikenal dengan nama Zumba.

Zumba populer tahun 2003 di Amerika dan diibawa ke Indonesia pada tahun 2009 , namun mulai diminati oleh masyarakat Indonesia baru sejak awal tahun 2012.

Arti Nama Zumba

Nama zumba diambil istilah dari kata ”zum-zum“ yang dalam bahasa Kolumbia berarti gerakan cepat.
Karena merupakan gabungan musik dan tarian latin dengan step aerobik, maka gerakan-gerakan yang dilakukan merupakan gabungan gaya dari tarian Samba, Cumbia, Merengue, Salsa, Reggae, Hip-hop, Mambo, Rumba, Flamenco, dan Calypso.   Oleh karenanya gerakan yang tercipta terasa lebih fun.

Gerakan Zumba

Gerakan Zumba memang terkesan santai, namun tetap tidak dilakukan secara asal. Porsi gerakan yang diadopsi oleh olahraga ini; 70% dansa dan 30% fitness. Saat melakukan Zumba, kita tidak akan diajarkan gerakannya terlebih dulu, melainkan langsung mengikuti gerakan instruktur. Hal tersebut tak perlu dijadikan masalah karena dalam Zumba yang terpenting adalah enjoy the music.

Karena berbentuk tarian, terlebih lagi dilakukan minimal selama satu jam, gerakan paling banyak dalam Zumba dance adalah kardio. Seperti meloncat, berputar, bergerak cepat dan lain sebagainya. Selain kardio, Zumba dance juga dikombinasikan dengan gerakan pengencangan otot-otot tubuh, seperti otot perut, punggung, paha, betis, dan pectoralis.    Gerakan-gerakan Zumba terfokus pada pinggul, pinggang, dan kaki sehingga bagus untuk pembentukan postur dan lekukan tubuh. Pada akhirnya postur dan lekukan tubuh yang baik akan membuat kita menjadi lebih percaya diri.

Sumber: ensiklo

Perkembangan Zumba

Dulu, gerakan zumba menggunakan musik Latin, salsa, meringue, rumba, hingga reggaeton. Tapi dalam lima tahun terakhir, genre musik internasional dan bollywood kerap disertakan. Bahkan, penyanyi internasional seperti Pitbull, Daddy Yankee, Wyclef menciptakan musik khusus untuk Zumba yang kini dipakai oleh banyak orang.

Manfaat zumba

Membakar kalori adalah keuntungan terbesar saat melakukan latihan zumba. Latihan ini bisa membakar kalori antara 500 -800 kalori dalam setiap kelas yang selama satu jam. Anda dapat melakukan zumba sekali sehari atau dua kali sehari, sesuai keinginan Anda.

Keuntungan zumba untuk psikologi dan fisik

Kita sudah tahu keuntungan zumba untuk membakar kalori dan latihan tubuh total yang luar biasa. Sementara, untuk psikologis zumba menjadi obat bahagia, terutama untuk menghilangkan stres dan rasa bosan.

Sumber: okezone

Ini saya berikan link Zumba dance yang pertama saya sukai ya, recommended for beginner 🙂

Marlon Alves

Sisanya bisa sambil download di YouTube dengan keyword “zumba dance” ya, happy zumba~~!!

#31 a Journey from a Women to a Wife and a Mother

Ketika hati terus menerus mencari, kelak ia akan menemukan kebenaran. Ketika hati yang fitrahnya menjadi baik terus berpetualang, maka bertemu dengan kemaksiatan di tengah jalan pun, insya Allah ia akan kembali kepada kebaikan dengan izin dan kehendak Allah.

Fitrah seorang wanita adalah menyayangi dan mencintai keluarganya. Sesulit apapun beban berat yang dihadapi di masa kecil, pengalaman pahit yang terukir dalam alam bawah sadar, kesedihan bertumpuk yang tertimbun karena tumpukan memori tidak bahagia, sejatinya setiap wanita diciptakan Allah dengan kelembutan hati, begitupun. Dengan kelembutan lisan, kecuali bagi wanita beriman yang menjaga diri dan perkataannya agar tidak menimbulkan keinginan pada orang yang berpenyakit hatinya.

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِيَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik .

Qur’an Surah Al Ahzab:32

Suami dan anak-anak adalah tempat bagi wanita mencurahkan kasih sayang yang utama, bahkan orangtua pun menempati posisi sesudahnya.

Dalam perjalanan mencari jati diri, menemukan misi spesifiknya bagi keluarga dan memberikan kebermanfaatan pada sekitar, sebagian besar wanita memilih tidak berhenti belajar meskipun telah disibukkan dengan urusan rumah tangga.

Bagiku, perjalanan untuk belajar itu tidak pernah berhenti. Perjalanan mencari tau apa yang mampu menyenangkan hati suami dan anak-anak. Perjalanan menjadi istri dan ibu yang mampu menemani mereka di saat susah maupun senang. Kebersamaan di saat susah itu mudah, justru lebih sulit ketika membersamai ketika senang. Karena tabiat manusia suka berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang disayanginya saja.

Perjalanan menjadi seorang istri baru kumulai. Meski mungkin cukup terlambat memulai, ketika waktu untuk menjadi istri Sholihah penyejuk hati suami itu justru hampir hilang. Ketika waktu untuk mengabdi itu hampir saja usai. Ketika kebersamaan sudah mencapai batas menuju perpisahan.

6 tahun bukan waktu singkat mengenal suami luar dan dalam. Banyak keburukan yang ingin kubuang jauh-jauh. Banyak aib yang tidak ingin kuakui. Di mata orang yang jatuh cinta, segala keburukan tetaplah menjadi indah, meskipun sering kali menyakitkan.
Bagiku, terbangun pagi ini, masih tetap sama dengan ketika terbangun di pagi 6tahun lalu. Yang membuatnya berbeda adalah, bahwa setiap aku terbangun, ingatan akan keburukan dan aib suami menjadi cambuk bagiku untuk terus belajar menjadi baik.

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

Qur’an Surah An Nisa: 26

Aku masih yakin, setiap wanita yang baik akan dipasangkan dengan laki-laki yang baik. Begitupun setiap kali aku menemukan keburukan dan aib suami, semakin menguatkan rasa syukurku.

Aku mencintai manusia dan aku pun juga mempunyai aib dan keburukan yang kurang lebih sama. Aku tidak lebih baik dari suamiku. Tapi rasa mencintai suami, justru semakin membesar setiap harinya.

Anak-anak kami pun, tetaplah manusia, dengan segala fitrah kebaikan dan keburukan yang ada. Bagaimana ketika kepolosan kebaikan hati mereka bisa terus dipupuk menjadi ketulusan, yang terpancar dari sikap, perkataan dan hati mereka.

Perjalananku menjadi ibu masih terlalu panjang. Masih banyak perbaikan yang perlu kulakukan. Masih banyak momen pembentukan dan penguatan fitrah kebaikan yang harus dicontohkan pada mereka. Meskipun sebenarnya, fitrah kebaikan ku meredup oleh waktu, tapi fitrah kebaikan anak-anak justru memberikan pelajaran hidup buatku.

Aku, sedang belajar menjadi istri dan ibu, belajar pada setiap orang yang kutemui. Tidak selalu belajar pada wanita-wanita bersuami, namun juga bisa belajar pada wanita-wanita yang sudah tidak lagi bersuami, atau bahkan wanita-wanita yang belum bersuami.

Setiap kebaikan yang kita dengar, selayaknya jangan melihat pada siapa yang mengucapkan, tapi melihat pada kebaikan dan kemanfaatan atas apa yang disampaikan, tidak perlu lagi melihat dahulunya dia seburuk dan sehina apa di mata manusia.
Setiap manusia memiliki fitrah kebaikan, dan biarlah hanya kebaikan-kebaikan itu saja yang kita terima dari orang lain.

Aku, sedang dalam perjalanan panjang menjadi seorang istri dan ibu, dimana surga adalah puncak kenikmatan akhir yang kutuju. 🙂

#30 Kau Tulis Aku Dirindukan

Ada banyak malam, aku bergumam sendiri, ditemani ‘tabungan amal jariyah’ kita.

Ada banyak malam, aku bercerita banyak. Tanpa pendengar, kecuali Tuhan

Sendiri. Gelap. Sunyi

Suara tawa canda anak-anak kita diluar bagai suara latar. Tapi suara hatiku terus berkata-kata, meski tentu tak akan pernah terdengar olehmu.

Malam itu entah kapan, aku pun lupa.

Malam itu kau yakinkan aku untuk maju.

Malam itu kau bilang, Iya kita menikah saja.

Malam itu kau jawab iya atas ajakanku mengisi separuh agama kita.

Malam itu membahagiakan, meskipun tetap kita tidak tau apa yang akan terjadi ke depan.
Malam yang lain kau datang, menyampaikan ingin kembali mengisi separuh agamamu dengannya yang lain.

Malam yang lain, entah aku memang lupa atau karena aku ingin melupakannya.

Malam yang lain, aku kembali berdialog dengan Tuhan.

Malam yang lain ketika kau tidak mengisi kekosongan malam-malamku, kugantikan dengan mengisi kenanganmu memenuhi hatiku.

Malam yang lain ketika kau kembali tidak mau hadir untukku, kuhadirkan cinta 6 tahun lalu untukmu.

Bukan aku yang tidak membuka diri. Tapi kamu yang belum membiarkan aku masuk memahami dirimu.

Bukan aku yang stagnan dengan cinta, tapi kamu yang tidak lagi dinamis berusaha memahami ku dan memilih mencari di luar sana. Padahal sejatinya dua orang yang saling jatuh cinta akan terus menghidupkan hatinya dengan mensyukuri kelebihan, terutama kekurangan pasangannya.

Malam itu, aku ragu melangkah maju. Tapi engkau menguatkan untuk maju.

Malam yang lain, ketika kamu ingin maju mengejar kebahagiaanmu, aku meskipun ragu, tapi menguatkan diriku untuk mendukungmu maju.
Malam ini, jika aku memang tidak ada dalam rencana bahagiamu hingga tua renta, maka biarlah kita mengejar bahagia kita masing-masing.

Cinta yang dulu menyatukan kita, cinta yang sekarang bisa memisahkan kita.

Kau simpan aku sebagai ibu dari anak-anakku, kusimpan kau sebagai ayah dari anak-anakku.

Kusimpan kau sebagai suami tersayangku, kau simpan aku sebagai istri tersayangmu.

Kutetap menyimpanmu sebagai suami tersayangku, dan kuubah diriku menjadi istri yang tak diinginkan bagimu. Kau kembalikan aku menjadi istri yang dirindukan bagimu.

Jika aku benar-benar kau rindukan, dinamislah pada hatimu. Kita yang dahulu tentu akan bergerak maju.

Orang yang merindu, akan mencari tau isi hati orang yang dirindukan. Orang yang merindu akan betah berlama-lama dengan orang yang dirindukan.

Rindu itulah kata kerja, yang membuatmu dinamis mencari tau, yang membuatmu bergerak melakukan berbagai upaya untuk selalu membersamaiku, yang membuatmu rela kehilangan waktu pentingmu demi merekam kenangan bersamaku.
Rindu yang kau tulis, yakinkan aku jika benar kau merindukanku. Tidak ada satu waktu kita terpisah jarak untuk benar-benar saling merindu. Tidak ada satu waktu panjang dimana kita benar-benar mampu meraba hati mencari tau.

6 tahun lalu, ketika kau meyakinkanku untuk maju bersama, kini, yakinkan aku lagi bahwa aku memang selalu kau rindukan untuk membersamaiku selalu hingga ke surga.

Happy anniversary, yang.. 6 tahun ini semoga terus dapat saling menguatkan jalan panjang kita..

Masa-masa penuh cinta dulu, semoga lebih menggebu, kini dan seterusnya.

Taqobbalallohu minna wa minkum, taqobbal yaa Kariim..
semoga Allah menerima (puasa)ku dan (puasa)mu.. 🙂

‘Id fithri tahun ini pertama kalinya bisa keluar NTT, sejak 2 tahun lalu saya cuma bisa ‘id fithri di NTT. ‘id fithri pertama di NTT, saya dan suami masih di Ende. Saya dalam posisi hamil muda mas Ubaid yang memang mual muntah sampai menjelang usia kehamilan masuk bulan ke-3. 1432H itu pun menyisakan hutang puasa 11 hari. Tahun berikutnya, rencana mudik ke Balikpapan. Usia mas Ubaid baru 4 bulan, berhubung keluarga besar di Balikpapan belum pernah ketemu mas Ubaid sejak lahir, akhirnya kami putuskan mudik untuk mengobati kerinduan kakek nenek om tantenya disana. Qoddarullah, sepanjang perjalanan pesawat Ende-Kupang, suami muntah *maaf* mencret terus, akhirnya diputuskan untuk periksa ke petugas kesehatan bandara. Akhirnya pun harus dirujuk ke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut. Qoddarullah memang harus berhenti di tengah perjalanan. Suami harus operasi usus buntu saat itu juga. Tiket pesawat lanjutan Kupang-Balikpapan pun dibatalkan, alhamdulillah dengan surat keterangan sakit dari bandara tiket bertiga bisa di-refund full 100%. 🙂
Tahun ini, alhamdulillah rencana mudik ke Semarang lancar jaya. Sampai di Semarang, mas Ubaid jadi pusat perhatian. Mas Ubaid yang baru 16bulan memang lagi lucu-lucunya, tingkahnya yang menggemaskan dan tidak rewel membuat seluruh keluarga senang. “aleman, nda nakal kaya shasha(adek sepupunya,pen)”. Sekalian mudik memang kami rencana mau periksa kehamilan putera kedua kami. Secara biologis masuk 19w, tapi menurut bidan di puskesmas Mbay(kab.Nagekeo,NTT), ukurannya terlalu besar dalam rabaan tangan, juga sudah terdengar denyut, seharusnya 4bulan tapi seperti usia 5bulan, karena itu kami diminta periksakan ke spesialis kandungan agar lebih tercover kondisi realnya. alhamdulillah, setelah nyari informasi sampailah di RSIA Hermina Pandanaran, Semarang. ada dr.Widi (dokternya cantik banget juga lembut, pen.). Beliau bilang kondisi bayi dan ukuran pas sesuai usia kehamilan, jadi bayi pertama besar belum tentu yang kedua besar juga, jadi saya tidak perlu diet sama sekali. Berita baiknya, “kayaknya cowok lagi, bu”, kata dr.Widi sembari tersenyum menunjuk letak kelamin di layar USG. alhamdulillah… sekarang hati sudah tenang, mari lanjut silaturahmi ke keluarga besar. dari Nagekeo, Ende, Kupang, Surabaya, Semarang, sampai Purwodadi… indahnya mudik tahun ini, qoddarullah wa masyaa fa’al, rencana Allah selalu indah 🙂
Maaf lahir bathin ya teman-teman

behind the scene nya: mbawa anak mudik dari NTT ke jawa atau kalimantan itu super duper cuapeknya, mesti nunggu diatas 2tahun kayaknya, melihat daya tahan tubuhnya ketemu perubahan cuaca, juga lelah di jalan. Mas Ubaid udah 3 hari ini diare, 2 hari lalu muntah juga cuma setelah distop minum susu dia udah ga muntah lagi (sepertinya intoleransi susu untuk sementara waktu). Repotnya karna minta gendong terus, dan bangun bisa setiap satu jam skali di tengah malam, mesti ekstra sabar nunggunya.. qoddarullah, pengalaman mudik jauh, smoga setelah besar tubuhnya sehat dan kuat untuk pergi-pergi jauh, insya Allah..#husnudzon 🙂

#28 First Homemade Cake: Kue Lumpur

Bismillah, ceritanya hari ini saya mau menuliskan resep kue lumpur yang sekitar 2 bulan lalu saya pelajari dari seorang teman.

Bahan-bahan yang disiapkan:

Tepung Terigu 1/2kilogram

Mentega 1 sachet(versi merk Blue Band netto 200gram, tapi boleh pakai mentega curah), cairkan diatas api

Santan Kental 3 gelas (dari satu butir kelapa yang direbus sampai kental atau bisa pakai santan Kara 2 sachet kecil)

Kentang 1/2 kilogram, direbus atau (kalau mampu bersabar nunggunya) lebih bagus dikukus

Vanili 1sdt+garam 1sdt

Gula 1/4 kilogram atau sekitar 5/4 gelas belimbing

Tepung Maizena 3 sdm

Cara membuatnya:

1. Aduk rata tepung, mentega cair dan santan kental dengan mixer kecepatan tinggi (saya pakai Philips stand mixer 170watt)

IMG-20121230-00343

2. Setelah tercampur rata, masukan kentang rebus/kukus (yang telah dikupas) sedikit demi sedikit hingga habis

IMG-20121230-00344

3. Setelah kentang sudah tercampur halus dengan adonan, masukkan gula perlahan-lahan

IMG-20121230-00345

4. terus aduk sampai gula halus (dicoba rasain adonannya ya, masih terasa biji-biji gula apa enggak), kemudian masukkan vanili dan garam,

IMG-20121230-00346

terus mixer sampai adonan benar-benar halus

IMG-20121230-00348

 

5. Siapkan pan untuk kue lumpur di atas kompor. Setelah cukup panas, oleskan mentega sebelum menuangkan adonan agar permukaan kue tidak melengket

IMG-20121230-00347

6. Tuangkan adoanan ke dalam pan dan tunggu sampai matang dengan api kecil, balik dengan pisau jika ingin matang merata

IMG-20121230-00350

7. terus ulangi hingga adonan habis, hasilnya seperti berikut:

IMG-20121230-00351

 

Muup ya teman-teman, ini pake kamera blackberry Gemini 3G, rada burem gitu soalnya emang ga ada blitz trus ga sempet edit-edit di photoshop, semoga berhasil ya mbikin kue lumpurnya 🙂

#27 Kalau Saya Dikasarin Sampai Tiga Kali

Bismillah,
Saya ngegalau lagi (>.<)
Ceritanya saya ngeremove 3orang dari akun fesbuk saya, plus 3orang juga dari list kontak bbm saya. Saya nyoba ngenasihatin mereka gitu. Tapi komentarnya ga enak. Pedeeees kayak cabe yang saya ga suka itu pedeeesnyah 😦
Prinsip saya, saya berjalan bersama ilmu, kalau nasihat saya aneh, pastikan dulu saya ga tau ilmunya, atau lupa. Jadi kroscek lagi ya.
Kenapa saya remove? Karena saya menjaga hati saya. Daripada akun fesbuknya saya tutup, ntar fans saya nanya kenapa, saya mbingung jawabnya 😀 di-remove itu, tandanya saya sayang, karena dinasihati malah saya dikatain macem2, aib-aib saya yang dulu-dulu diomongin lagi, kan ya saya tersinggung 😀 masa kalau kamu punya aib di masa lalu yang sudah diakuin salah, trus kamu janji sama diri sendiri buat ga diulang lagi, trus diungkit lagi gitu. Seneng apa gak kalau digituin? Padahal, nasihat kamu ga ada hubungannya sama aib kamu. Cuman ya dasarnya cewe(saya juga begitu), kalau punya aib masa lalu, seolah ketika ngeliat dia, masa lalunya juga kebayang, jadinya dia ngomong apa ya saya kurang respek karena saya udah nyepelein dia duluan. Tapi itu dulu, setelah saya ingat kata guru budi pekerti saya jaman SMP dulu, doi (udah sepuh lho)bilang,”jangan lihat siapa yang nasihatin kamu, tapi apa yang dinasihatkan dia ke kamu. Meskipun dia mantan narapidana sekalipun, jika yang dinasihatkan itu benar, kenapa kamu tolak nasihatnya?”
Dan saya, kalau soal agama, bisa jadi keras bin nyebelin, meskipun saya masih beberapa kali ngelanggar juga, ya namanya manusia, ditegur ajah, yang penting niatnya baik kan. Tapi kalo masalah selain agama, selama memang ada ilmunya, ya kasih ajah rujukannya, saya terima kok,selama penulisnya terpercaya atawa capable di bidangnya. Misal kamu nasihatin saya, “er, jangan makan kuning telor, itu nimbun kolesterol lho” nah, kasih tuh link sumber beritanya, jaman maju begini masa ga bisa ngasi sumber ilmunya dari internet? Semua serba ada di internet lho, makanya dibilang membaca itu jendela dunia, ya ga?

Etapi, contohnya ga bagus itu, kan nimbun kolesterol ga berarti dilarang makan sama sekali kan? *ngebandel* Makan sesekali boleh, tapi jangan tiap hari makan kuning telor ajah. Karena dasarnya penyakit ya kalau kita berlebihan makan ini itu, lupa buat nyeimbangin menu makanan dll ya jadi penyakit juga.. *saya masih belajar tentang ilmu kesehatan dikit-dikit, jadi dibenerin aja kalau salah ya*

Naaah, jadi udahan saja curhatnya.. Soalnya udah pagi, bentar lagi shubuh. Saya mau sholat trus males2an nunggu terang..hari ini jadwal bebersih rumah saya banyak, plusnya masih ada murid yang mau dateng ke rumah buat belajar tahsin Qur’an, sama ngajak anak-anak tetangga maen.

Jadinya, jangan tersinggung ya kalau suatu saat kamuh-kamuh pada saya remove dari akun fesbuk ato twitter saya, atau list kontak bbm saya, berarti ada kata-kata yang kasar ke saya sampe 3x itu 🙂

Sebelumnya maap ya, dan sesudahnya juga saya minta maap 🙂 🙂

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

#26 Makanan Favorit Kakak Ubaid

Tiba-tiba saya ingin menuliskan makanan favorit si kakak. Ceritanya, saya baru browsing lagi, dan mendapati ternyata tepung merk X itu kurang baik untuk bayi. Rasanya berbeda dengan makanan aslinya, meskipun tertulis di box nya itu tepung organik yang 100% berasal dari bahan makanannya murni. Maksdunya, kalau tertulis kacang ijo, maka itu 100% kacang ijo, tanpa pengawet, tanpa gula, tanpa garam, tanpa pewarna dan perasa tambahan apapun.Kelebihannya sampai  bisa dikata organik, adalah karena dia harus dimasak diatas kompor, atau tidak bisa hanya dengan diseduh air panas seperti bubur bayi yang umum dijual di supermarket dan pasar-pasar tradisional.

Harganya sih lumayan terjangkau, 20ribu sekotak. Hanya saja, karena di Ende belum ada, akhirnya saya pesan ke Mataram. Aaaah, ternyata lebih lanjutnya, saya mendapat temuan literatur baru, bahwa makanan dengan partikel yang terlampau kecil akan menstimulus bayi untuk mengidap diabetes dini serta keterlambatan tumbuh gigi karena tidak ada tantangan dalam mengunyah.

Meskipun butuh penelitian lanjut untuk bisa sampai pada kesimpulan tersebut, ditambah saya pun tau, dalam ilmu kesehatan, tidak bisa sekedar mendengar kata si A, kata si B, dst, tetapi harus melalui penelitian dengan sampel yang cukup banyak untuk bisa melihat pengaruh pemberian makanan terhadap kondisi bayi.

Akhirnya terhitung tanggal 25 Nopember 2012 lalu, saya resmi memulai makanan asli untuk si Ubaid. Berbagai menu pun disusun, sampai 2 minggu berjalan, saya memperhatikan kalau sayur yang disuka si kakak cuma sayur bayam
(-____-)a
aih aih… kenapa mirip saya sekali 😀

cara memasak bayam itu tentu saja berbeda dengan memasak bayam untuk saya dan suami+pengasuh makan. (pengasuh Ubaid ikut sarapan dan makan siang di rumah). Bayam itu saya rebus sampai benar-benar halus, lalu saya pisahkan untuk kami ber3 dan untuk Ubaid. Untuk kami bertiga tentu dimasak sebagaimana membuat sayur bening pada umumnya, sedangkan untuk Ubaid saya biarkan begitu saya.  lalu saya rebus ulang dengan nasi putih yang diambil dari rice cooker, sekitar 1 sendok teh. ditambah air 200 mL, semuanya direbus sambil terus diaduk. Ketika air mulai mengurang, saya tambahkan lagi sekitar 200 mL setelah nasi menjadi bubur, saya saring dengan saringan makanan 🙂

Kemudian, saya selalu sedia telur ayam di kulkas. Awal pemberian telur untuk Ubaid, saya pakai telur ayam kampung. Untuk tes alergi sebenarnya, ternyata tidak ada alergi, sehingga saya pakai telur ayam biasa untuk masakan berikutnya. Itupun hanya kuning telur saja, karena Ubaid melepeh-lepehkan si putih telur setiap saya berikan. Di samping itu, telur ayam kampung di Ende harganya wow (0_O)a Rp. 5000,00 per butir itupun ukurannya kecil sekali. sepanjang jempol saya yang pendek ini (-____-‘) Maka tentu saja, saya eman-eman kalau setiap hari harus beli telur ayam kampung 😀

Oia, untuk telur, sekalian dengan mensteril peralatan makan si Ubaid, saya masak telur sekalian. jadi ada sterilizer+warmer merk Little Giant yang ada di rumah. itu seperti mengukus, hanya saja airnya di bawah jadi peralatan makan dan telurnya hanya diuap saja 🙂

nah, begini nih tampilan si Sterilizer+Warmer merk Little Giant yang ada di rumah 🙂
little giant sterilizer and warmer
trus, setelah mateng si telur, saya campur semua kuning telurnya dengan hasil saringan bubur nasi putih dan sayur bayam tadi, hasilnya begini nih 😄
makan siang ubaid
Lihat nih! si Unyil makan dengan lahap 😀  tapi maap yah, kamera tabletnya jelek, habis keupgrade jadi OS ice cream sandwich soalnya 😦
ubaid makan
Ntar kalo ada yang request cara mbikinnya tak potoin satu-satu deh, tapi kayaknya itu ga susah banget deh, soalnya ini tidak perlu keahlian masak apa-apa, cuman butuh kepercayaan kalau tanpa gula garam pun, si bayi tetep mau makan kok 🙂
selain meringankan kerja ginjal si bayi, insya Allah bayi tidak pakai acara GTM.. selamat siang dan selamat beraktifitas sobat 🙂