Taqobbalallohu minna wa minkum, taqobbal yaa Kariim..
semoga Allah menerima (puasa)ku dan (puasa)mu..🙂

‘Id fithri tahun ini pertama kalinya bisa keluar NTT, sejak 2 tahun lalu saya cuma bisa ‘id fithri di NTT. ‘id fithri pertama di NTT, saya dan suami masih di Ende. Saya dalam posisi hamil muda mas Ubaid yang memang mual muntah sampai menjelang usia kehamilan masuk bulan ke-3. 1432H itu pun menyisakan hutang puasa 11 hari. Tahun berikutnya, rencana mudik ke Balikpapan. Usia mas Ubaid baru 4 bulan, berhubung keluarga besar di Balikpapan belum pernah ketemu mas Ubaid sejak lahir, akhirnya kami putuskan mudik untuk mengobati kerinduan kakek nenek om tantenya disana. Qoddarullah, sepanjang perjalanan pesawat Ende-Kupang, suami muntah *maaf* mencret terus, akhirnya diputuskan untuk periksa ke petugas kesehatan bandara. Akhirnya pun harus dirujuk ke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut. Qoddarullah memang harus berhenti di tengah perjalanan. Suami harus operasi usus buntu saat itu juga. Tiket pesawat lanjutan Kupang-Balikpapan pun dibatalkan, alhamdulillah dengan surat keterangan sakit dari bandara tiket bertiga bisa di-refund full 100%.🙂
Tahun ini, alhamdulillah rencana mudik ke Semarang lancar jaya. Sampai di Semarang, mas Ubaid jadi pusat perhatian. Mas Ubaid yang baru 16bulan memang lagi lucu-lucunya, tingkahnya yang menggemaskan dan tidak rewel membuat seluruh keluarga senang. “aleman, nda nakal kaya shasha(adek sepupunya,pen)”. Sekalian mudik memang kami rencana mau periksa kehamilan putera kedua kami. Secara biologis masuk 19w, tapi menurut bidan di puskesmas Mbay(kab.Nagekeo,NTT), ukurannya terlalu besar dalam rabaan tangan, juga sudah terdengar denyut, seharusnya 4bulan tapi seperti usia 5bulan, karena itu kami diminta periksakan ke spesialis kandungan agar lebih tercover kondisi realnya. alhamdulillah, setelah nyari informasi sampailah di RSIA Hermina Pandanaran, Semarang. ada dr.Widi (dokternya cantik banget juga lembut, pen.). Beliau bilang kondisi bayi dan ukuran pas sesuai usia kehamilan, jadi bayi pertama besar belum tentu yang kedua besar juga, jadi saya tidak perlu diet sama sekali. Berita baiknya, “kayaknya cowok lagi, bu”, kata dr.Widi sembari tersenyum menunjuk letak kelamin di layar USG. alhamdulillah… sekarang hati sudah tenang, mari lanjut silaturahmi ke keluarga besar. dari Nagekeo, Ende, Kupang, Surabaya, Semarang, sampai Purwodadi… indahnya mudik tahun ini, qoddarullah wa masyaa fa’al, rencana Allah selalu indah🙂
Maaf lahir bathin ya teman-teman

behind the scene nya: mbawa anak mudik dari NTT ke jawa atau kalimantan itu super duper cuapeknya, mesti nunggu diatas 2tahun kayaknya, melihat daya tahan tubuhnya ketemu perubahan cuaca, juga lelah di jalan. Mas Ubaid udah 3 hari ini diare, 2 hari lalu muntah juga cuma setelah distop minum susu dia udah ga muntah lagi (sepertinya intoleransi susu untuk sementara waktu). Repotnya karna minta gendong terus, dan bangun bisa setiap satu jam skali di tengah malam, mesti ekstra sabar nunggunya.. qoddarullah, pengalaman mudik jauh, smoga setelah besar tubuhnya sehat dan kuat untuk pergi-pergi jauh, insya Allah..#husnudzon🙂

Sampingan  —  Posted: 9 Agustus 2013 in Financial Quotient, Just Story

Bismillah, ceritanya hari ini saya mau menuliskan resep kue lumpur yang sekitar 2 bulan lalu saya pelajari dari seorang teman.

Bahan-bahan yang disiapkan:

Tepung Terigu 1/2kilogram

Mentega 1 sachet(versi merk Blue Band netto 200gram, tapi boleh pakai mentega curah), cairkan diatas api

Santan Kental 3 gelas (dari satu butir kelapa yang direbus sampai kental atau bisa pakai santan Kara 2 sachet kecil)

Kentang 1/2 kilogram, direbus atau (kalau mampu bersabar nunggunya) lebih bagus dikukus

Vanili 1sdt+garam 1sdt

Gula 1/4 kilogram atau sekitar 5/4 gelas belimbing

Tepung Maizena 3 sdm

Cara membuatnya:

1. Aduk rata tepung, mentega cair dan santan kental dengan mixer kecepatan tinggi (saya pakai Philips stand mixer 170watt)

IMG-20121230-00343

2. Setelah tercampur rata, masukan kentang rebus/kukus (yang telah dikupas) sedikit demi sedikit hingga habis

IMG-20121230-00344

3. Setelah kentang sudah tercampur halus dengan adonan, masukkan gula perlahan-lahan

IMG-20121230-00345

4. terus aduk sampai gula halus (dicoba rasain adonannya ya, masih terasa biji-biji gula apa enggak), kemudian masukkan vanili dan garam,

IMG-20121230-00346

terus mixer sampai adonan benar-benar halus

IMG-20121230-00348

 

5. Siapkan pan untuk kue lumpur di atas kompor. Setelah cukup panas, oleskan mentega sebelum menuangkan adonan agar permukaan kue tidak melengket

IMG-20121230-00347

6. Tuangkan adoanan ke dalam pan dan tunggu sampai matang dengan api kecil, balik dengan pisau jika ingin matang merata

IMG-20121230-00350

7. terus ulangi hingga adonan habis, hasilnya seperti berikut:

IMG-20121230-00351

 

Muup ya teman-teman, ini pake kamera blackberry Gemini 3G, rada burem gitu soalnya emang ga ada blitz trus ga sempet edit-edit di photoshop, semoga berhasil ya mbikin kue lumpurnya🙂

Bismillah,
Saya ngegalau lagi (>.<)
Ceritanya saya ngeremove 3orang dari akun fesbuk saya, plus 3orang juga dari list kontak bbm saya. Saya nyoba ngenasihatin mereka gitu. Tapi komentarnya ga enak. Pedeeees kayak cabe yang saya ga suka itu pedeeesnyah😦
Prinsip saya, saya berjalan bersama ilmu, kalau nasihat saya aneh, pastikan dulu saya ga tau ilmunya, atau lupa. Jadi kroscek lagi ya.
Kenapa saya remove? Karena saya menjaga hati saya. Daripada akun fesbuknya saya tutup, ntar fans saya nanya kenapa, saya mbingung jawabnya😀 di-remove itu, tandanya saya sayang, karena dinasihati malah saya dikatain macem2, aib-aib saya yang dulu-dulu diomongin lagi, kan ya saya tersinggung😀 masa kalau kamu punya aib di masa lalu yang sudah diakuin salah, trus kamu janji sama diri sendiri buat ga diulang lagi, trus diungkit lagi gitu. Seneng apa gak kalau digituin? Padahal, nasihat kamu ga ada hubungannya sama aib kamu. Cuman ya dasarnya cewe(saya juga begitu), kalau punya aib masa lalu, seolah ketika ngeliat dia, masa lalunya juga kebayang, jadinya dia ngomong apa ya saya kurang respek karena saya udah nyepelein dia duluan. Tapi itu dulu, setelah saya ingat kata guru budi pekerti saya jaman SMP dulu, doi (udah sepuh lho)bilang,"jangan lihat siapa yang nasihatin kamu, tapi apa yang dinasihatkan dia ke kamu. Meskipun dia mantan narapidana sekalipun, jika yang dinasihatkan itu benar, kenapa kamu tolak nasihatnya?"
Dan saya, kalau soal agama, bisa jadi keras bin nyebelin, meskipun saya masih beberapa kali ngelanggar juga, ya namanya manusia, ditegur ajah, yang penting niatnya baik kan. Tapi kalo masalah selain agama, selama memang ada ilmunya, ya kasih ajah rujukannya, saya terima kok,selama penulisnya terpercaya atawa capable di bidangnya. Misal kamu nasihatin saya, "er, jangan makan kuning telor, itu nimbun kolesterol lho" nah, kasih tuh link sumber beritanya, jaman maju begini masa ga bisa ngasi sumber ilmunya dari internet? Semua serba ada di internet lho, makanya dibilang membaca itu jendela dunia, ya ga?

Etapi, contohnya ga bagus itu, kan nimbun kolesterol ga berarti dilarang makan sama sekali kan? *ngebandel* Makan sesekali boleh, tapi jangan tiap hari makan kuning telor ajah. Karena dasarnya penyakit ya kalau kita berlebihan makan ini itu, lupa buat nyeimbangin menu makanan dll ya jadi penyakit juga.. *saya masih belajar tentang ilmu kesehatan dikit-dikit, jadi dibenerin aja kalau salah ya*

Naaah, jadi udahan saja curhatnya.. Soalnya udah pagi, bentar lagi shubuh. Saya mau sholat trus males2an nunggu terang..hari ini jadwal bebersih rumah saya banyak, plusnya masih ada murid yang mau dateng ke rumah buat belajar tahsin Qur'an, sama ngajak anak-anak tetangga maen.

Jadinya, jangan tersinggung ya kalau suatu saat kamuh-kamuh pada saya remove dari akun fesbuk ato twitter saya, atau list kontak bbm saya, berarti ada kata-kata yang kasar ke saya sampe 3x itu🙂

Sebelumnya maap ya, dan sesudahnya juga saya minta maap🙂🙂

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Tiba-tiba saya ingin menuliskan makanan favorit si kakak. Ceritanya, saya baru browsing lagi, dan mendapati ternyata tepung merk X itu kurang baik untuk bayi. Rasanya berbeda dengan makanan aslinya, meskipun tertulis di box nya itu tepung organik yang 100% berasal dari bahan makanannya murni. Maksdunya, kalau tertulis kacang ijo, maka itu 100% kacang ijo, tanpa pengawet, tanpa gula, tanpa garam, tanpa pewarna dan perasa tambahan apapun.Kelebihannya sampai  bisa dikata organik, adalah karena dia harus dimasak diatas kompor, atau tidak bisa hanya dengan diseduh air panas seperti bubur bayi yang umum dijual di supermarket dan pasar-pasar tradisional.

Harganya sih lumayan terjangkau, 20ribu sekotak. Hanya saja, karena di Ende belum ada, akhirnya saya pesan ke Mataram. Aaaah, ternyata lebih lanjutnya, saya mendapat temuan literatur baru, bahwa makanan dengan partikel yang terlampau kecil akan menstimulus bayi untuk mengidap diabetes dini serta keterlambatan tumbuh gigi karena tidak ada tantangan dalam mengunyah.

Meskipun butuh penelitian lanjut untuk bisa sampai pada kesimpulan tersebut, ditambah saya pun tau, dalam ilmu kesehatan, tidak bisa sekedar mendengar kata si A, kata si B, dst, tetapi harus melalui penelitian dengan sampel yang cukup banyak untuk bisa melihat pengaruh pemberian makanan terhadap kondisi bayi.

Akhirnya terhitung tanggal 25 Nopember 2012 lalu, saya resmi memulai makanan asli untuk si Ubaid. Berbagai menu pun disusun, sampai 2 minggu berjalan, saya memperhatikan kalau sayur yang disuka si kakak cuma sayur bayam
(-____-)a
aih aih… kenapa mirip saya sekali😀

cara memasak bayam itu tentu saja berbeda dengan memasak bayam untuk saya dan suami+pengasuh makan. (pengasuh Ubaid ikut sarapan dan makan siang di rumah). Bayam itu saya rebus sampai benar-benar halus, lalu saya pisahkan untuk kami ber3 dan untuk Ubaid. Untuk kami bertiga tentu dimasak sebagaimana membuat sayur bening pada umumnya, sedangkan untuk Ubaid saya biarkan begitu saya.  lalu saya rebus ulang dengan nasi putih yang diambil dari rice cooker, sekitar 1 sendok teh. ditambah air 200 mL, semuanya direbus sambil terus diaduk. Ketika air mulai mengurang, saya tambahkan lagi sekitar 200 mL setelah nasi menjadi bubur, saya saring dengan saringan makanan🙂

Kemudian, saya selalu sedia telur ayam di kulkas. Awal pemberian telur untuk Ubaid, saya pakai telur ayam kampung. Untuk tes alergi sebenarnya, ternyata tidak ada alergi, sehingga saya pakai telur ayam biasa untuk masakan berikutnya. Itupun hanya kuning telur saja, karena Ubaid melepeh-lepehkan si putih telur setiap saya berikan. Di samping itu, telur ayam kampung di Ende harganya wow (0_O)a Rp. 5000,00 per butir itupun ukurannya kecil sekali. sepanjang jempol saya yang pendek ini (-____-‘) Maka tentu saja, saya eman-eman kalau setiap hari harus beli telur ayam kampung😀

Oia, untuk telur, sekalian dengan mensteril peralatan makan si Ubaid, saya masak telur sekalian. jadi ada sterilizer+warmer merk Little Giant yang ada di rumah. itu seperti mengukus, hanya saja airnya di bawah jadi peralatan makan dan telurnya hanya diuap saja🙂

nah, begini nih tampilan si Sterilizer+Warmer merk Little Giant yang ada di rumah🙂
little giant sterilizer and warmer
trus, setelah mateng si telur, saya campur semua kuning telurnya dengan hasil saringan bubur nasi putih dan sayur bayam tadi, hasilnya begini nih😄
makan siang ubaid
Lihat nih! si Unyil makan dengan lahap😀  tapi maap yah, kamera tabletnya jelek, habis keupgrade jadi OS ice cream sandwich soalnya😦
ubaid makan
Ntar kalo ada yang request cara mbikinnya tak potoin satu-satu deh, tapi kayaknya itu ga susah banget deh, soalnya ini tidak perlu keahlian masak apa-apa, cuman butuh kepercayaan kalau tanpa gula garam pun, si bayi tetep mau makan kok🙂
selain meringankan kerja ginjal si bayi, insya Allah bayi tidak pakai acara GTM.. selamat siang dan selamat beraktifitas sobat🙂

#25 Hikmah dari Diomongin Orang

Posted: 10 Desember 2012 in T.G.A.L
Tag:,

Saya mau certain kondisi saya yang sebenarnya.😦
Tapi mbingung mau dikasih judul apa. Jadi dibiarkan nulis aja dulu deh, biar judul muncul belakangan. Kalau tidak dapat juga, kita kasih judul curhat saja😀
Ini kisah saya yang belakangan pusing karena suka dengerin kata orang. Umur saya masih muda, 23 tahun. Dengan segala masa muda, kreativitas, energi, semangat dan perfeksionisme, saya menjalani semua peran yang saya bisa dengan penuh hati-hati. Seperti punya topeng gitu.
Belakangan saya denger kabar dari suami saya, kalau saya diomong-omongin banyak selama di kantor. Dibahas satu-satu ga ya? Let’s start yak!

Pertama, ketika hamil Ubaid. Kejadiannya udah lama sekali, ceritanya saya paling kurus sendiri disbanding dua ibu hamil lainnya yang melar, semelar-melarnya. Kata ibu-ibu, anakmu perempuan itu. Saat itu, mas Tyo yang kesian ngeliat istrinya minder berusaha membesarkan hati saya. Dia bilang, “cowo insya Allah. Mamas maunya cowok kok, kita lihat aja ya nanti”hiburnya optimis. Kupikir waktu itu, yah biar Allah saja yang membuktikan. Toh, memang dia yang nyumbang sperma, mesti dung dia yang lebih kuat feeling-nya. Lagipula, saya tau mas Tyo itu suami yang sholih. Masa sih Allah ga mengabulkan do’anya? “Hush! Kok husnudzon sama Allah sih”,pikirku waktu itu. Yah, memang sih qodarullah, semua sesuai harapan kami. Anak laki-laki imut dan menggemaskan lahir. Saya sih bangga dengan Ubaid, meski dia item (-___-‘) tapi beratnya 3,65kilo dan lahir normal😀 Ibu mana yang ga bangga kalau badannya imut-imut tapi bisa ngelahirin anak normal begitu gedenya🙂 Alhamdulillah, Allah sayang sekali pada saya😀 dua ibu lain yang di kantor akhirnya lahiran Caesar. Mungkin Allah kesian sama saya dan suami yang sering diomongin, jadi Allah bantuin saya waktu melahirkan🙂
Kedua, inget waktu saya kekeuh mau ngasih ASI eksklusif, dibilang temen-temen kantor, tambah susu formula sudah, kasih makan buah sudah, biar dia lancer BAB nya. Jadi si Ubaid itu baby unik. Meski ASI eksklusif, tapi dia BAB ga rutin tiap hari, pernah sampe 13 hari lho baru BAB. Trus meski sudah makan sekarang pun, BAB nya ga rutin tiap hari juga. Kubawa ke dokter anak, jawab si mbak dokter,”Saya dengar pergerakan ususnya bagus banget kok, cuman riwayat BAB nya kan memang sudah begitu dari sebelum 6 bulan, ya memang begitu maunya, yang penting dia ga rewel, ya mbak tenang aja”melegakan jawabannya ilmiah kan? Akhirnya meski disuruh orang-orang ngasih makan, saya kekeuh nunggu umur 6bulan. Kan ASI saya cukup. Meski badan kurus, payudara kecil, tapi prinsip menyusui itu kan, semakin sering dikeluarkan, ASI akan berproduksi semakin banyak. Jadi ya saya tenang saja🙂 qodarullah lagi, saya kenal teman-teman kesehatan selama di Ende. Ada apoteker, dokter terapi, dokter gigi, bidan, dokter umum, dll🙂 semuanya pro ASI eksklusif+ASI sampe 2 tahun, jadi saya tidak mikirkan lagi kata orang tentang ASI kurang karena badan kurus😀
Ketiga, ceritanya saya ditegur karena keseringan pulang buat nyusuin Ubaid. Trus disuruh ngasih susu botol aja. Lha, ASI saya cukup, saya juga masih hidup, ngapain diperah ya? Saat itu, saya nangis sejado-jadinya. Dilema, ingin berhenti dan tetap kerja. Akhirnya saya putuskan untuk tetap bekerja. Kalau tiba-tiba dikasih surat teguran, barulah saya berhenti. Toh, belakangan ternyata saya tau, ini hanya kompor dari satu orang yang masih gadis dan belum ngerti tentang efek ASI buat anak. Yaaah, kalau saya masih gadis dan gila kerja, ya mesti orang-orang yang menyusui seperti saya ini adalah penghalang kerja efektif dung. Biarlah kalau nanti dia tidak mau kasih ASI buat anaknya, atau dicampur sama ssu formula, ya brarti segitulah pintarnya dia. Saya piker, saya lebih banyak tau, kenapa saya mesti campur susu formula kalau tau dampaknya buruk buat anak saya di masa depan? Akhirnya sekarang muncul aturan baru di kantor. Dipasang CCTV dan aturan harus handkey setiap keluar untuk urusan pribadi. Menyusui itu urusan pribadi, jadi saya handkey. Nanti bisa disiasatin dengan pulang mundur karena jam keluar kantor saya banyak😀 kan Cuma 2 tahun ini begini, biasa aja deh🙂
Keempat, ceritanya saya dikira ngerusakin computer kantor. Memang sih!😀 kantor saya sekarang pakai prinsip one man one PC. Nah, otomatis sebagai staf inti, saya harus pakai satu PC sendiri. Selama 1tahun pertama saya selalu bawa laptop pribadi ke kantor, ribet memang, api menyenangkan sih karena bebas internetan. Trus ternyata setelah kiriman PC dari kantor pusat sudah sampe, jadilah saya pegang satu PC sendiri. Begitu punya saya rusak suatu hari, PC saya pun dikirim ke ibukota propinsi untuk di-service, kemudian saya dapet PC pengganti untuk sementara. Hehe, PC gantinya jatah kepala seksi saya😀 soalnya beliau betah pake laptop sih. Itupun laptop yang beliau pakai juga sebenarnya jatah buat pegawai lain😀 Suami saya bilang, “mas terlepas dari benar salahnya emak beneran nyang ngerusak komputernya, mas tersinggung. Masa dikira emak ga bisa pakai computer.” Aiiih, berbunga-bunga atau apa ya dibelain gitu. “tapi mas diemin aja..”jiaaah, ternyata keselnya dalem hati doing (-_____-) Yaaah, sampe sekarang saya kembali pakai laptop pribadi, saya berharap saja saya menang lomba blog biar bisa dapet hadiah laptop baru.😀 jadi laptop sekarang bisa saya tinggal di kantor buat kerja. Biar ga ada lagi yang ngatain saya ga bisa operasiin computer
Trus, hikmahnya nyeritain ini semua apa?
Curhat doang? Atau ada hikmah yang bisa diambil? Tentu ada dung hikmahnya!
Kejadian satu sampe tiga itu sudah terbukti sekarang lho, hikmahnya saya harus yakin sama Allah, berbaik sangka padaNya, selalu berdo’a dan bekerja dengan ikhlash. Lebih dalamnya lagi, saya harus menghindari komunitas ghibah. Soalnya saya akan terus jadi bahan ghibahan mereka. Kenapa saya di-ghibah? Mereka ngiri banget sama saya sepertinya, plus kurang kerjaan.😀
Yah, dibiarkan saja. Toh hikmah dari berbagai ujian gossip yang mereka cetuskan sudah muncul kok. Allah Maha Adil deh, kenyataan menghapus semua gossip-gosip itu. Pertolongan Allah itu dekat, dan ternyata saya bersyukur karena diberikan kesabaran dalam menunggu hikmah dari Allah itu.
Trus, penting banget nih! Dilarang buruk sangka sama Allah, juga dilarang ngambek sama keluarga!😀
Saya nyesel dulu sempet uring-uringan gitu habis dikatain macem-macem begitu. Pake acara omal omel di rumah, pake acara ngambek masak, akibatnya si Ubaid laper, plus papahnya laper juga, saya juga laper😀 Ternyataaa, rugi otak meladeni kata-kata mereka. Jawaban paling cerdas buat mereka adalah membiarkan waktu membuktikan segalanya. Saya dan mas Tyo cuma perlu tetap bekerja untuk bisa membuktikan pada diri kami dan pada Allah, kami bekerja sepenuh hati, bekerja ikhlash, berusaha memberikan yang terbaik. Masa Allah tega melihat kami disakiti begitu?🙂
Trus karena Allah sudah menunjukkan banyak kuasaNya buat menghibur hati kami, kami masih dihibur lagi dengan Ubaid yang sehat dan jarang sakit.🙂 perkembangan motoriknya juga standar sesuai teori lah. Maka dari itu kami putuskan untuk terus mengasuhnya seperti anjuran teori🙂 melanjutkan ASI, member MPASI sesuai jadwal, tidak terburu-buru ingin mempercepat proses belajarnya. Biar nanti Allah yang menjaga dia kemudian. Yang penting secara agama, kami sudah memenuhi haknya untuk mendapat ASI eksklusif, ASI sampai 2 tahun, ikhtiar imunisasi sesuai usia, dan lainnya. Semoga ia kelak tumbuh menjadi anak yang lebih cerdas dari kami. Semoga juga dia diperkenankan memiliki kecukupan rizqi melebih kami, orangtuanya. Supaya dia tidak perlu jadi pegawai. Tidak perlu mendengarkan suara teman-teman kantor yang kurang enak. Atau jadi pegawai juga ga apa deh, asal hatinya seluas samudera, yang menerima kritikan, ghibahan seperti masukan, angin lalu yang memotivasi lebih baik lagi sebagaimana orangtuanya dulu juga begitu.
Saya masih harap-harap cemas ini, kasus keempat ini semoga diberikan hikmah yang indah di waktu yang tepat. Semoga pada akhirnya orang-orang yang baik itu diberikan kemudahan untuk mendapat pahala lebih banyak.
Dipikir-pikir sekarang, omongan orang-orang itu pada saya dan mas Tyo seperti cambuk. Kami berusaha sekuat mungkin agar yang mereka bicarakan itu bukanlah seperti apa yang sebenarnya ada dalam diri kami. Nah, Allah yang bantu kami untuk membuktikannya. Setidaknya kami terus positive thinking, semoga suatu saat mereka bisa lebih baik lagi. Bisa menyadari bahwa tidak ada untungnya menakut-nakuti orang lain, apalagi mengecilkan hati orang lain begitu. Ternyata, orang-orang yang berpikiran positif justru punya lebih banyak teman ya. Alhamdulillah. Aaaah, ternyata hikmahnya muncul belakangan. Maka dari itu, sekarang saya jarang ngegosip di kantor, kalaupun mau ngobrol, ada orang-orang tertentu yang saya ajak ngobrol. Kamu sebagaimana teman bermainmu, setuju kan? kalau saya main dengan komunitas yang suka bekerja, maka saya akan tekun bekerja. Kalau saya main dengan komunitas ghibah, ya saya juga kelak dapet giliran di-ghibah. That’s it!

Naah, akhirnya ini postingan dikasih judul juga. Hikmah dari Diomongin Orang. Itu hikmah saya, apa hikmahmu??🙂

#24 Saya, Masa Lalu dan Kini

Posted: 7 Desember 2012 in paporit ko

idiiih, judulnya sereeem🙂

Saya mau cerita hari ini saya ngapain saja. Jadi, ceritanya saya hari ini harus turun lapangan (-__-‘)

Ada pengawasan tempat pelelangan ikan di Kelurahan Paupanda. Peluh keringat membasahi baju kaos garis-garis biru saya, ditambah sedikit nyasar demi menemukan kantor lurah Paupanda yang memang saya belum pernah lewati. Tapi Alhamdulillah ketemu juga si kantor lurah😀

Ketika panas mulai terik sekitar jam 10 siang, saya dan teman-teman kantor turun ke rumah dinas. Hari ini peresmian serah terima dari pemborong ke pihak kantor, jadilah kami sebagai staf ikutan turun.

Aiiiih, sepertinya kulit saya memang sangat hitam ya!

Selepas istirahat makan siang, saya kembali ke kantor, menulis tulisan ini sambil sedikit review skripsi saya dulu. Mbaca-mbaca pun mulai jenuh -____-‘ Ruangan kerja saya benar-benar panas, akhirnya saya putuskan membuka-buka foto-foto lawas saya. Dimulai dari foto wisuda.

Aaahaaa!!!

Ternyata saya memang jaman dulu itu cukup cuek dengan penampilan.

Ceritanya saya satu-satunya di kos yang mau wisuda, berhubung kalau panggil perias itu butuh waktu jauh-jauh hari karena perias mesti di-booking sama temen-temen yang mau dandan juga. Om saya pun belum juga datang dari Cirebon. Si om itu punya salon, jadi ya lazimnya mesti bisa ngerias dung. Akhirnya ya saya dandan sendiri saja, modalnya cuma dua:

wardah compact powder ivory
Wardah Compact Powder #3 Ivory

sama satu lagi biar bibir saya glossy-glossy-an gitu
wondershine creamy brown
Wardah Wondershine #2 Creamy Brown

Cuman dua itu aja akhirnya nih wajah berubah jadi begini

wisuda
Itu foto wisuda saya bersama kakak tertua saya.

Natural sekali ya?! Ini make up sendiri ceritanya (-_____-‘) yah, standar lah, ga kayak lenong, tapi juga ga awut-awutan kayak habis turun dari bus patas😀

Segini aja mengenang masa lalunya.. sehabis baby-Ubaid lahir, saya semakin jarang menyentuh make-up. Paling-paling make perawatan daily ini ajah
whitening series
Inipun dibeliin sama Papah Ubaid🙂 baik banget yak😀

Saya puji-puji ah, biar dibelikan lebih banyak lagi #mengharap😀

Nanti kalo seabrek produk itu sudah habis plus sudah ada kelihatan perubahan drastis sama muka saya, pasti segera saya update lagi blog ini. suer🙂

Kini, paling-paling tampilan harian saya begini..
bareng Ubaid
Ini bareng si Unyil Ubaid🙂 Hitem yak?? (T_T)

kata si papah, “kan hatinya gak item”. Dengan kata lain, sebenarnya mau bilang kalau saya memang hitam T_T cuman saya tidak perlu berkecil hati. Toh, Allah tidak melihat fisik saya yang hitam. Yang penting, Allah dan keluarga saya sayang sama saya🙂 iya gak, teman-teman??🙂

happy weekend

Aaah, berhubung cctv baru akan dipasang dikantor besok, saya sedang memanfaatkan hari terakhir bisa menulis secara bebas😀
Sedikit cerita ya, saya sedang ditumbuhi kegalauan. Sebabnya, jenuh dengan kantor dan suasana di kota Ende. Mungkin karena system absensi baru yang mulai berlaku mulai Desember 2012 ini. Setiap mau keluar untuk urusan pribadi saya harus pasang jari di mesin handkey. Saya merasa kesulitan untuk keluar menyusui, tapi lumayan fair jadinya. Kalau saya keluar banyak, berarti saya pertanggung jawabkan dengan pulang mundur dari jadwal pulang kantor. Fair lah, biar tidak ada bisik-bisik di belakang saya, yang katanya saya kebanyakan keluar buat menyusu lah, saya ngobral ngobrol saja di kantor lah, saya banyak fesbukan lah. Aaaaargh, makin didengerin, saya bisa stress..
Lho, kok jadinya ini ngelantur kemana-mana tulisannya.😀
Saya sedang kebingungan karena ternyata punya rencana ini itu buat baby-Ubaid, begitu peralatan disiapkan, ternyata malah tidak terpakai. Mari di-list!

1. Electric Breastpump merk “Little Giant”
Little Giant Electric Breastpump
Saya tidak terlalu ingat berapa harga belinya, yang pasti ini hanya terpakai sebentar, apalagi baby-Ubaid tidak suka isap ASI dari dot, akhirnya disendok lah kalau mau dikasih ASIP.
Berhubung sekarang sudah mulai makan dan saya juga masih bisa izin keluar untuk menyusui, akhirnya si pompa ASI elektrik ini tidak terpakai. Perdana tanggal 19 Oktober 2012 lalu resmi si pompa ASI elektrik saya sewakan ke seorang teman di Dinas Perhubungan Ende. Biaya sewanya Rp. 1.000,-/hari, yah, lumayan deh buat nambah pemasukan saya😀 sapatau nanti begitu adeknya Ubaid lahir saya masih butuh, jadi tidak perlu beli lagi😀

2. Perlengkapan LCD-Layar-Remote dll
Ini ceritanya dibeli bukan karena kebutuhan, tapi memang untuk disewakan, belinya lumayan mahal, ditotal-toal sepertinya sampe 7jutaan semua. Sampe sekarang belum ada yang nyewa :((
Sudah promosi sana sini malah, akhirnya ada mahasiswa yang mau nyewa, kami kasih harga 10ribu/jam untuk LCD saja, kalau mau sepaket semua perlengkapan presentasinya cumin 20ribu/jam. Kalau mau pinjem seharian full cuman 50ribu/hari. Jadi kalau cuman pake brapa jam, kembali ya jam segitu juga, boleh terlambat… tapi nambah biaya😀

3. Sterilizer
Sebenarnya ini seharusnya sepaket sama breastpump, cuman saya yang kelupaan -____-
Sekarang masih kepake sih, tapi kadang-kadang. Begitu butuh buat ngesteril peralatan makan atau mug minumnya baby-Ubaid ya kepake. Makanya belom berani juga mau disewain, tapi bisa jadi asset untuk disewain juga entaran 

4. Bak mandi bebek merk “Munchkin”
Munchkin Bathtub
Ini bak mandi sebenarnya bukan hasil keringat saya, apalagi papahnya Ubaid. Ini hasil keringat neneknya Ubaid, tapi berhubung anaknya nangis ketakutan, saya tidak mau memaksa. Toh, saya juga takut menyimpan peralatan yang modelnya patung hewan gitu di rumah. Anak saya ajah nangis, kayak ngeliat si bebek di-‘diami’ makhluk halus gitu, masa saya ga takut sih. Hiiiiyyyy….. pengen dijual sebenarnya, tapi blom ada yang minat ngebeli, jadi disewain aja deh.

5. Lupa deh. Saya berniat menyewakan barang-barang di dalam rumah yang tidak terpakai sementara waktu… trus saya juga punya hobi ngumpulin kardus, kotak susu, plastik botol sampo, botol sabun cair, detergen, dsb deh, nah rencananya itu dikumpulin buat disetor tiap 2 bulan sekali ke bank sampah sahabat yang ada dekat rumah kantornya🙂 kan lumayan nabung sampah, membantu petugas Dinas Pertamanan memilah milih sampah sekaligus nambah uang masak saya

Segitu dulu ceritanya, ini share sedikit cara saya nambah penghasilan, siap-siap mau resign kayaknya🙂 semoga saya bisa belajar jadi ibu yang lebih bijak mengeluarkan uang ya.. 